News Breaking News
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Drainase Milik Pemprov Lampung di Simpang PU Tubaba Tuai Sorotan Warga

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Drainase Milik Pemprov Lampung di Simpang PU Tubaba Tuai Sorotan Warga



Tulang Bawang Barat satuclicks.com– Proyek pembangunan drainase milik Pemerintah Provinsi Lampung yang berada di ruas Jalan Simpang PU, Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis sehingga dikhawatirkan mengorbankan kualitas demi mengejar keuntungan.


Pantauan di lokasi pada Rabu (1/7/2026), terlihat seorang pekerja memasukkan urukan tanah ke sela-sela susunan batu pada konstruksi drainase sebelum dilakukan pengecoran dengan adukan semen. Praktik tersebut memunculkan dugaan adanya pengurangan penggunaan material utama.


Saat dikonfirmasi mengenai alasan penggunaan tanah di sela-sela batu, 

pekerja yang berada di lokasi enggan memberikan penjelasan. Ia hanya 

menyebut nama pengawas lapangan.

"Pengawasnya Ayong, orangnya di mes sana kali miring,"ujarnya singkat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai metode pekerjaan tersebut berpotensi membuat bangunan drainase cepat mengalami kerusakan.



"Bagaimana mau bertahan lama kalau cara kerjanya seperti itu. Batu dicampur urukan tanah, setelah itu baru ditutup adukan semen. Saya khawatir hitungan bulan drainasenya sudah ambrol diterjang air saat musim hujan," katanya.


Warga juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari pihak rekanan maupun instansi terkait. Menurutnya, tidak terlihat adanya pengawas teknis di lokasi sehingga pekerjaan terkesan dibiarkan berlangsung tanpa kontrol.


"Pengawasan lapangan saja tidak ada. Jangan-jangan tukangnya sistem borongan sehingga yang dikejar hanya cepat selesai. Kalau material dikurangi dengan tanah, otomatis batu dan semen bisa dihemat. Kalau benar begitu, yang dirugikan tentu masyarakat karena kualitas bangunan dipertanyakan," ujarnya.


Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pelaksana proyek dalam menjaga mutu pekerjaan yang dibiayai dari uang rakyat. Pengawasan yang lemah berpotensi membuka ruang terjadinya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan oleh instansi berwenang.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak rekanan maupun pengawas teknis lapangan belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan urukan tanah pada konstruksi drainase tersebut. 


Media ini masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

admin:satuclicks

Red

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar